Senin, 05 April 2010

WiMax si Penerus Wifi


WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. Kecepatan aksesnya tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA (broadband wireless access) sebelumnya seperti Wi-fii. Teknologi ini memudahkan orang mengakses Internet yang berkualitas karena area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN (Metropolitan Acces Network) dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.

Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Orang cukup tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Di Indonesia, Wimax memang belum sepopuper Wi-Fi (Wireless Fidelity). Namun sebagai salah satu negara pemegang lisensi Wimax (Worldwide Interoperability Mobile Access), Indonesia memiliki wewenang menerapkan teknologi telekomunikasi ini pada operator-operator seluler yang memiliki kesiapan baik secara kesiapan secara infrastruktur maupun kesiapan operational-maintanance.

Antara WiMax-WiFi-Seluler

Wifi merupakan jaringan komunikasi tanpa kabel melalui komputer LAN. Jangkauannya terbatas pada area tertentu sehingga disebut hotspot. Layanan yang diberikan bisa variatif, layaknya aplikasi LAN seperti: email, internet, intranet, messaging, music/video streaming, dan layanan IP base lainnya.

Jika Wifi dikombinasikan implementasinya dengan Wimax maka jelas akan mempercepat dan memperluas penggunaannya, lebih secure karena bisa menjadi QoS (Quality of Service), lebih reliable, dan kaya akan layanan baru. Sinergi antara Wimax dengan seluler menggabungkan jaringan kabel dan wireless, layanan dan terminal. Secara umum, konsep konvergensi pada telekomunikasi mencakup 3 aspek, yaitu: device, service, dan jaringan.

Perbandingan perkembangan teknologi Wireless

Wi-Fii

WiMAX 802.16-2004*

WCDMA/ UMTS

Jarak tangkap maksimal

100 Meters

8 Km

Kecepatan Maksimal

54 Mbps

75 Mbps

2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)

Frekuensi

2.4 GHz

(20 MHz band)2-11 GHz

1800,1900,2100 MHz

Aplikasi

Wireless LAN

Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative)

Mobile Wireless Broadband

Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

Analisis objek menurut dampak teknologi “Roger”

Menurut saya, ketiga interaktivitas yang terjadi akan semakin meningkat. Interaktivitas orang-mesin, orang-oran dan mesin-mesin. Kecepatan akses yang diberikan WiMax kepada pengguna akan membuat pengguna memanfaatkanny untuk mengakses banyak hal di internet, baik itu download, browse dan lainnya. Interaktivitas orang-orang secara langsung bisa saja berkurang karena lebih asyik ber-chatting ria di internet. interaktivitas mesin ke mesin akan meningkat karena pengguna banyak mengakses banyak hal di internet.

Jika teknologi WiMax sudah diterapkan di Indonesia, bisa saja teknologi ini digunakan secara massal seperti halnya wifi. Apalagi jika harga pemasangan WiMax murah. Pengguna pasti ingin menggunakan internet berkecepatan sangat tinggi dan murah di era teknologi yang sudah maju sekarang. Kafe-kafe atau sekolah juga akan menerapkan WiMaz sebagai fasilitas tambahan didalamnya.

Proses ketidak serempakan juga bisa terjadi. Tapi mungkin lebih sedikit jumlahnya karena tidak ada lagi yang namanya internet lemot

Dampak terhadap kehidupan manusia

Ekonomi : untuk para pemasang Wi-Max seperti kafe bisa saja meraup keuntungan dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk mengakses WiMax di kafenya. Selain itu provider yang mengeluarkan WiMax akan untung besar jika banyak yang menggunakan produknya. Untuk konsumen, akan menguntungkan jika harga WiMax murah namun kecepatannya lebih cepa di banding Wifii

Sosial : menurut saya, kehidupan social nantinya mungkin akan lebih apatis. Dengan koneksi internet yang masih biasa saja, orang-orang banyak yang lumayan malas untuk bertatap muka langsung dalam berkomunikasi. Biasanya orang-orang chatting atau skype-an. Lalu, dengan munculnya gadget-gadget yang mendukung WiMax, orang-orang akan menjadi gadget mania. Dimana-mana lebih suka berinteraksi dengan gadget seperti Blackberry. Tapi sebenarnya ada sisi positif dari teknologi ini. Proses komunikasi jarak jauh akan lebih praktis dan lebih murah tentunya.

Politik : teknologi ini juga bisa dimanfaatkan orang-orang politik untuk menjadikan internet sebagai sarana murah dan cepat untuk melakukan kampanye.

http://netsains.com/2008/02/wimax-seberapa-jauh-indonesia-siap-mengimplementasikannya/

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX


Tiara Syahra Syabani

210110080264


Tidak ada komentar:

Posting Komentar